PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat fondasi ekonomi kreatifnya melalui sentuhan budaya dan kearifan lokal. Ketua Dekranasda Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa identitas daerah adalah modal utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya pada Jumat (13/2/2026), Aisyah menyoroti melimpahnya potensi lokal yang bisa “naik kelas”. Mulai dari seni kriya, motif tradisional yang khas, hingga kekayaan kuliner dan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak.
“Budaya dan kearifan lokal kita bukan sekadar warisan, tapi harus menjadi kekuatan ekonomi. Ini adalah kunci agar produk kita punya nilai tambah dan daya saing tinggi di pasar luas,” ujar Aisyah.
Strategi ini bertujuan agar para pelaku usaha tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga menyisipkan “cerita” dan identitas khas Kalimantan Tengah ke dalam setiap produknya. Dengan begitu, ekonomi lokal tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga tetap berpijak pada akar budaya yang kuat.
Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengrajin dan UMKM di seluruh pelosok Kalimantan Tengah untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan jati diri daerah.












