banner 728x250

Sinergi Menuju 2027: Bupati Shalahuddin dan Wabup Felix Tekankan Akselerasi Pembangunan Barito Utara

banner 468x60

MUARA TEWEH – Mengawali langkah strategis menuju tahun pembangunan 2027, Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat kecamatan secara serentak pada Selasa, 10 Februari 2026. Dalam forum krusial ini, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, dan Wakil Bupati, Felix Sonadie Y. Tingan, membawa pesan kuat mengenai pentingnya membuang jauh-jauh ego sektoral demi mewujudkan transformasi ekonomi daerah yang nyata.

Berbicara di hadapan pimpinan DPRD, perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Teweh Tengah, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang partisipatif untuk menyelaraskan mimpi masyarakat desa dengan visi besar nasional, Asta Cita. Ia menekankan bahwa tahun 2027 adalah momentum krusial dalam perjalanan RPJMD 2025–2030, di mana perencanaan harus bergerak lebih taktis dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Example 300x600

Semangat yang sama juga bergema di Aula Kecamatan Teweh Baru. Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan yang membuka kegiatan secara resmi membacakan amanat Bupati yang menggarisbawahi tema besar pembangunan tahun ini: “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah.” Tema ini dipandang sebagai kompas untuk memastikan Barito Utara tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki daya saing yang tangguh di masa depan.

Dalam paparan rencana strategisnya, Bupati Shalahuddin menyoroti sejumlah proyek infrastruktur raksasa yang akan menjadi prioritas pada tahun 2027. Mulai dari percepatan penyelesaian Jembatan Sikan–Tumpung Laung, Jembatan Lemo, hingga Jembatan Lahei yang menjadi urat nadi konektivitas daerah. Tidak hanya itu, penataan wajah kota Muara Teweh, pembangunan sport center, pengembangan akses air bersih melalui SPAM IKK, rehabilitasi RSUD, hingga langkah konkret pengendalian banjir lewat normalisasi Sungai Bengaris menjadi agenda utama yang siap dieksekusi.

Bupati menyadari bahwa keterbatasan anggaran selalu menjadi tantangan klasik dalam pembangunan. Namun, ia optimis bahwa melalui pengelolaan keuangan yang akuntabel dan skala prioritas yang tajam, setiap rupiah dari anggaran daerah akan mampu dioptimalkan. Ia berpesan agar seluruh usulan yang lahir dari Musrenbang ini benar-benar berbasis pada data dan kebutuhan riil di lapangan, dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan agar pembangunan tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *