MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh. Penegasan ini disampaikan langsung saat beliau memimpin apel pagi di halaman rumah sakit pada Senin, 9 Februari 2026, yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan serta jajaran pejabat eselon dan tenaga medis.
Dalam arahannya, Bupati Shalahuddin menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan kesehatan. Beliau menekankan bahwa RSUD Muara Teweh harus terus berbenah melalui dukungan dokter yang lengkap, perawat profesional, serta sistem manajemen yang berjalan optimal. Dengan pengalaman membangun RS Doris Sylvanus dan RS Hanau, Shalahuddin memahami bahwa kemajuan rumah sakit tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan pada sinergi sistem dan kualitas sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan agar seluruh jajaran rumah sakit menghilangkan ego sektoral dan gangguan internal yang dapat menghambat pelayanan. Beliau meminta semua staf, mulai dari dokter spesialis hingga administrasi, untuk mendukung penuh Direktur Rumah Sakit dan bekerja dalam satu barisan yang solid. Menurutnya, keberhasilan rumah sakit hanya bisa dicapai jika seluruh elemen bekerja sebagai satu tim yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Selain masalah pelayanan, kedisiplinan aparatur dan penyerapan anggaran juga menjadi sorotan tajam dalam apel tersebut. Bupati meminta laporan rinci terkait rendahnya penyerapan anggaran RSUD yang merupakan indikator penting kinerja organisasi. Beliau mengingatkan agar laporan keuangan diserahkan tepat waktu dan transparan, seraya menegaskan bahwa pegawai yang tidak disiplin atau tidak aktif akan dievaluasi demi memastikan roda organisasi berjalan efektif sesuai arahan percepatan pembangunan dari pusat.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati Shalahuddin memberikan target waktu yang terukur bagi manajemen RSUD untuk menunjukkan perubahan. Beliau menegaskan bahwa dalam tiga bulan progres harus terlihat, dalam enam bulan harus mulai terasa manfaatnya, dan dalam satu tahun hasilnya harus jelas bagi masyarakat. Usai memimpin apel, Bupati bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi seorang bayi penderita hidrosefalus asal Desa Sikan untuk memastikan pasien tersebut mendapatkan penanganan medis terbaik.












