LAMPEONG – Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, memimpin jalannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Aula Kantor Kecamatan Gunung Purei pada Kamis (5/2/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur.
Dalam arahannya, Felix menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk membangun Gunung Purei. Ia mendorong masyarakat dan aparatur desa agar tidak hanya mengusulkan program yang bersifat rutinitas, tetapi juga berani melahirkan ide-ide kreatif yang mampu membawa kemajuan signifikan bagi daerah perbatasan
Langkah ini diambil karena posisi Gunung Purei yang selama ini kerap dianggap sebagai daerah terpencil dan terjauh. Wabup Felix ingin mengubah stigma tersebut dengan menjadikan wilayah ini sebagai momentum pembuktian kemandirian serta kekuatan pembangunan Kabupaten Barito Utara di hadapan provinsi tetangga.
“Kita adalah garda terdepan. Kita harus menunjukkan ke Kaltim bahwa Kalimantan Tengah, khususnya di Gunung Purei, itu kuat di bawah naungan Kabupaten Barito Utara,” tegas Felix di hadapan para peserta Musrenbang. Ia meyakini dengan dukungan anggaran yang mencukupi, tahun 2027 adalah waktu yang tepat untuk bangkit.
Secara khusus, perhatian diarahkan pada Desa Tambaba dan Lampeong yang dinilai memerlukan dukungan infrastruktur serta sosial yang luar biasa. Felix mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk bersinergi guna mengentaskan persoalan mendasar seperti kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan yang telah berlangsung lama.
Menutup rangkaian kegiatan, ia berpesan agar para kepala desa, camat, hingga pemerintah kabupaten saling bergandeng tangan dan berpikir lebih hebat. Hal ini dilakukan agar masyarakat Gunung Purei dapat segera keluar dari keterisolasian dan merasakan dampak nyata dari pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah.












