MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) terus mempercepat pemerataan akses komunikasi di wilayah perdesaan. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Lahei, Selasa (4/2/2026), dipastikan bahwa pembangunan tower signal di Desa Muara Bakah akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026 ini.
Kepala Dinas Kominfosandi Barito Utara, H. Mochammad Ikhsan, menyampaikan bahwa usulan dari masyarakat Desa Muara Bakah telah masuk dalam skala prioritas dan telah terakomodir untuk pelaksanaan tahun ini.
“Untuk Desa Muara Bakah, usulan pembangunan tower telah terakomodir dan direncanakan pelaksanaannya pada tahun anggaran 2026. Dengan demikian, infrastruktur telekomunikasi di sana akan segera terbangun,” ujar Ikhsan di hadapan peserta Musrenbang di Aula Kecamatan Lahei.
Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jaringan di desa-desa, termasuk layanan internet yang saat ini sudah aktif di 68 kantor desa, menggunakan skema Private-Public Partnership (Kemitraan Pemerintah dan Swasta).
Melalui skema ini, beban dan manfaat pembangunan dibagi bersama antara pemerintah dan pihak mitra untuk memastikan keberlanjutan layanan. Sementara untuk desa-desa lain di Kecamatan Lahei yang juga mengusulkan pembangunan serupa, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut untuk perencanaan tahun anggaran 2027.
Agar pembangunan berjalan tanpa hambatan, Ikhsan meminta komitmen aktif dari pemerintah desa, terutama terkait penyediaan lahan.
“Kami memohon agar pihak desa dapat menyiapkan lahan yang diperlukan untuk pembangunan tower BTS ini. Kerja sama dan kesiapan lahan dari desa sangat krusial agar pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat waktu,” tegasnya.
Kegiatan Musrenbang RKPD Kecamatan Lahei ini dibuka langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST, MT. Tahun ini, pemerintah daerah mengusung tema “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah”.
Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan guna menyusun skala prioritas pembangunan daerah secara partisipatif.












