Muara Teweh – Tren positif pertumbuhan penumpang di Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh memicu langkah proaktif dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menyambangi Kantor Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI di Jakarta (21/1/2026) untuk mengusulkan peningkatan fasilitas bandara.
Langkah ini diambil menyusul catatan impresif operasional bandara sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data, jumlah penumpang mencapai 47.876 orang, angka yang menunjukkan kenaikan hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa pengembangan fasilitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kenyamanan pengguna jasa transportasi udara di Barito Utara.
“Seiring peningkatan jumlah penumpang, perlu dilakukan pengembangan bandara guna menunjang kenyamanan mereka,” ujar Bupati dalam pertemuan tersebut.
Dua poin utama yang diusulkan kepada pihak kementerian meliputi pembangunan fasilitas ibadah berupa mushola baru di area parkir serta penyediaan ruang tunggu VIP eksklusif yang dirancang terintegrasi langsung dengan terminal utama guna meningkatkan standar pelayanan bagi para penumpang.
Usulan tersebut disambut hangat oleh perwakilan Kemenhub RI, Kasubdit Tatanan Kebandarudaraan, Arief Mustofa, dan Ketua Tim Pengelolaan Prasarana Bandar Udara, Agus Indrawan. Pihak kementerian menekankan bahwa sinergi antara Pemda dan otoritas bandara adalah “kunci utama” dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Barito Utara berkomitmen segera menyusun kajian teknis yang diperlukan sebagai landasan hukum dan arsitektural pengembangan bandara tersebut.
Diharapkan, dengan wajah baru Bandara HMS nantinya, konektivitas di Kalimantan Tengah akan semakin kuat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat Barito Utara.












