banner 728x250

HARGA TIKET PESAWAT SELANGIT, DPRD BARITO UTARA PANGGIL PIHAK MASKAPAI

banner 468x60

MUARA TEWEH – Lonjakan harga tiket pesawat rute Muara Teweh–Banjarmasin yang kian mencekik kantong masyarakat akhirnya memicu reaksi keras dari jajaran legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis, 19/2/2026, guna mengonfrontasi pihak maskapai dan mencari jalan keluar atas keluhan warga yang kian memuncak.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, S.P., M.M. Dalam forum tersebut, hadir pula jajaran anggota dewan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Barito Utara B. Girsang, S.P, Kepala Bandara H. Muhammad Sidik Muhammad Amrillah Kunang, serta perwakilan manajemen Lion Group, Danang Mandala Priantoro.

Example 300x600

Hj. Henny Rosgiaty menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aspirasi masyarakat yang merasa terbebani oleh tarif penerbangan yang tidak wajar. Menurutnya, kondisi ini memerlukan perhatian serius dan solusi nyata karena transportasi udara merupakan urat nadi penting bagi mobilisasi warga di wilayah tersebut.

Nada kritis juga disampaikan oleh anggota DPRD, H. Tajeri, yang membeberkan fakta lapangan mengenai kenaikan harga yang sangat signifikan. Ia menyoroti tarif tiket yang semula hanya berkisar di angka Rp800 ribu, kini melesat tajam hingga menyentuh angka Rp1,8 juta. Sebagai langkah meringankan beban penumpang, Tajeri mendesak agar maskapai segera menyediakan fasilitas bagasi gratis minimal 10 kilogram bagi setiap penumpang.

Tak hanya soal harga, persoalan pelayanan pun menjadi sorotan tajam. Anggota DPRD Hasrat, S.Ag, melontarkan kritik pedas terkait keramahan petugas bandara yang dinilai masih jauh dari harapan. Ia juga mempertanyakan rasio antara harga tiket yang sangat mahal dengan durasi penerbangan yang sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 45 menit. Hasrat mengingatkan pihak maskapai bahwa Barito Utara bukanlah daerah tujuan wisata, sehingga kebijakan tarif harus lebih mempertimbangkan daya beli dan kebutuhan masyarakat lokal.

Menanggapi tekanan tersebut, perwakilan Lion Group, Danang Mandala Priantoro, menjelaskan bahwa kenaikan harga tiket merupakan dampak dari fluktuasi nilai tukar dolar yang memicu kenaikan harga avtur sebagai komponen utama bahan bakar pesawat. Meski demikian, pihaknya berjanji akan membawa seluruh tuntutan dan masukan dari DPRD Barito Utara ke dalam rapat internal perusahaan sebagai bahan pertimbangan kebijakan ke depan, sekaligus berkomitmen untuk melakukan evaluasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

 

 

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *